BATAM |mandhala.info — Tawuran antar pelajar yang melibatkan sejumlah siswa dari beberapa sekolah di Kecamatan Sekupang mendapat perhatian serius dari jajaran Polsek Sekupang.
Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait, S.H., M.H., memanggil para pelajar yang terlibat bersama orang tua dan pihak sekolah untuk mengikuti pengarahan di Mako Polsek Sekupang, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Pertemuan tersebut digelar sebagai langkah pembinaan sekaligus bentuk ketegasan kepolisian agar aksi tawuran antar pelajar tidak kembali terjadi.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kanit Intel Polsek Sekupang Ipda Pebriadi, S.A.P., Kanit Patroli Iptu Suyatno, Ps Kanit Binmas Aiptu Luqman, perwakilan guru dari sejumlah sekolah, tujuh orang tua siswa serta tujuh pelajar yang terlibat dalam aksi tawuran.
Dalam arahannya, Kompol Hippal Tua Sirait mengingatkan para pelajar agar tidak mudah terprovokasi dan menjadikan kejadian tersebut sebagai pelajaran.
“Bapak dan Ibu sebagai orang tua harus lebih berperan aktif dalam mendidik dan mengawasi anak-anak, baik ketika berada di rumah maupun di luar rumah. Kepada para guru, kami juga berharap terus memberikan edukasi yang positif kepada para siswa,” tegasnya.
Menurutnya, persoalan tawuran pelajar yang terjadi berulang tidak hanya merugikan mereka yang terlibat, tetapi juga dapat menimbulkan rasa takut bagi pelajar lainnya serta mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Kami dari Polsek Sekupang akan mengambil langkah tegas terhadap permasalahan ini. Kami berharap pertemuan hari ini menjadi pelajaran bagi anak-anak dan orang tua. Kami tegaskan, jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali,” ujar Kompol Hippal.
Ia juga menegaskan bahwa para pelajar yang terlibat diminta membuat surat pernyataan sebagai bentuk komitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya.
Sementara itu, perwakilan pihak sekolah, Doli, menyatakan dukungannya terhadap langkah kepolisian dalam menangani persoalan tawuran pelajar.
“Kami dari pihak sekolah mendukung pihak kepolisian. Apabila anak-anak kami melakukan pelanggaran hukum, kami dari pihak sekolah akan memberikan tindakan tegas sesuai aturan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan orang tua, Tri Narulli. Ia mengatakan para orang tua sepakat untuk ikut bertanggung jawab dalam pembinaan dan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
“Kami sebagai orang tua sepakat untuk menindaklanjuti persoalan ini dan membuat perjanjian serta surat pernyataan agar kejadian ini tidak terulang kembali,” katanya.
Hasil kegiatan, masing-masing pelajar bersama orang tua telah membuat surat pernyataan. Pihak sekolah juga akan menindaklanjuti pembinaan terhadap para pelajar yang terlibat.
Polsek Sekupang menegaskan bahwa penanganan tawuran pelajar tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Sinergi antara orang tua, sekolah dan aparat keamanan dinilai sangat penting untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam aksi kekerasan dan perilaku yang dapat berujung pada persoalan hukum.








