BANYUWANGI|mandhala.info– Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi gencar menggelar Program Padat Karya untuk menata kembali dan menormalisasi jaringan irigasi yang tersebar di seluruh wilayah. Kegiatan yang berjalan bertahap sejak awal Juli hingga Agustus 2026 ini menjangkau 11 wilayah Koordinator Sumber Daya Air (Korsda), sebagai langkah antisipatif agar aliran air lancar dan menjadi pondasi kuat bagi tercapainya swasembada pangan daerah.
Program ini memiliki tiga sasaran utama yang saling berkaitan erat. Pertama, melakukan normalisasi menyeluruh terhadap saluran-saluran yang mengalami pendangkalan. Para pekerja dikerahkan untuk mengeruk endapan lumpur, membersihkan rumput liar, serta mengangkut tumpukan sampah dan material lain yang menyumbat jalur air. Kedua, memastikan ketersediaan dan pengaliran air yang cukup ke lahan-lahan pertanian warga guna mendukung gerakan tanam serempak sehingga hasil panen nantinya dapat maksimal. Ketiga, sekaligus berfungsi sebagai pemberdayaan ekonomi, dengan menyerap tenaga kerja lokal—khususnya masyarakat kurang mampu yang berdomisili di sekitar lokasi kegiatan—untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
Di wilayah Korsda Tegaldlimo, pelaksanaan berlangsung dari tanggal 6 hingga 22 Juli 2026. Sebanyak 30 warga setempat dilibatkan untuk bekerja selama 15 hari penuh, berhasil menormalisasi 15 saluran irigasi. Dalam pengerjaan yang intensif tersebut, rata-rata volume lumpur yang berhasil dikeruk mencapai 40 meter kubik setiap harinya.
Sementara itu, di wilayah Korsda Srono, fokus kegiatan tertuju pada pembersihan total belasan titik saluran sekunder dan tersier yang menjadi urat nadi pasokan air bagi hamparan sawah penduduk. Kini memasuki awal Agustus 2026, giliran wilayah Korsda Cluring yang menjadi sasaran utama. Di sini, petugas dan warga bergotong royong memfokuskan pekerjaan pada pengangkatan sedimen agar pendistribusian air dapat berjalan lebih lancar hingga ke wilayah hilir tempat para petani menggarap lahannya.
Pemeliharaan jaringan irigasi ini menjadi sangat krusial mengingat sistem pengairan yang baik adalah kunci keberhasilan sektor pertanian di Banyuwangi. Melalui pendekatan padat karya ini, diharapkan tidak hanya infrastruktur air yang menjadi lebih baik, namun juga terjalin rasa kepedulian dan kepemilikan masyarakat untuk ikut menjaga keberlanjutan saluran irigasi yang ada di lingkungannya masing-masing.
Dinas PU Pengairan menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan perawatan jaringan pengairan, agar setiap tetes air yang dialirkan benar-benar bermanfaat bagi kemakmuran petani dan kemajuan Kabupaten Banyuwangi.








