BANYUWANGI|mandhala.info – Program Padat Karya yang digulirkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi membawa dua manfaat sekaligus: pemulihan fungsi infrastruktur pengairan dan sentuhan nyata pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan. Program ini tidak sekadar berfokus pada perawatan saluran air, melainkan dirancang khusus untuk menyerap tenaga kerja warga pra sejahtera guna membantu menggerakkan roda ekonomi mereka.
Sejak awal Juli 2026, kegiatan ini berjalan di wilayah Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Bangorejo. Puluhan warga usia produktif yang tercatat dalam database Unit Gawat Darurat Kemiskinan (UGDK) Banyuwangi dilibatkan secara langsung. Setiap harinya sekitar 30 pekerja dari golongan desil bawah dan lingkungan sekitar dikerahkan, dengan masa pelaksanaan berlangsung selama 15 hari.
Koordinator SDA Bangorejo, Yadi menjelaskan bahwa penggunaan data UGDK sebagai dasar pemilihan peserta dilakukan agar bantuan dan peluang kerja benar-benar jatuh kepada mereka yang paling memerlukan.
“Perekrutan kami acukan pada data UGDK desa agar intervensi program tepat sasaran. Sehingga pembangunan infrastruktur tidak hanya menghasilkan fisik yang baik, tapi juga berdampak langsung pada peningkatan penghasilan warga arus bawah,” tegasnya.
Dalam kurun waktu tersebut, para pekerja melakukan pembersihan menyeluruh di tiga lokasi utama: Saluran Sekunder Bulurejo, Saluran Sekunder Glagahagung, dan Saluran Sekunder Sambirejo. Mereka bekerja mengeruk sedimentasi, mencabut rumput liar, hingga mengangkut tumpukan sampah dan material lain yang dapat menghambat aliran air.
Yadi menambahkan program ini menyasar dua tujuan strategis sekaligus. Di satu sisi memberikan lapangan kerja sementara yang layak, di sisi lain menjaga agar urat nadi pertanian senantiasa berfungsi optimal. “Apabila saluran irigasi terawat sempurna, pendistribusian air ke hamparan sawah akan lancar tanpa hambatan. Pada akhirnya produktivitas pertanian Banyuwangi pun dapat terus naik,” ujarnya.
Salah satu peserta pekerja mengaku sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya kegiatan ini. Selain mendapat tambahan penghasilan untuk kebutuhan keluarga, ia merasa bangga bisa ikut berperan serta merawat fasilitas yang sangat berguna bagi sesama petani.
“Semoga program serupa senantiasa berlanjut. Kami tidak hanya mendapat upah, tapi juga merasa punya tanggung jawab untuk turut menjaga saluran air ini agar bermanfaat selamanya bagi desa kami,” ungkapnya penuh harap.








