BANYUWANGI|mandhala.info — Polemik pelanggaran prinsip loyalitas tunggal yang digaungkan Ibu Megawati Soekarnoputri semakin membara di tubuh DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi. Nama Desi Prakasiwi, yang menjabat sebagai Bendahara Umum DPC PDIP Banyuwangi periode 2025–2030 sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi dari Fraksi PDIP, kini menjadi sorotan tajam kader dan simpatisan partai berlogo Banteng Moncong Putri.
⚠️ DUGAAN PELANGGARAN PRINSIP PARTAI
Keresahan kader mencuat setelah muncul indikasi adanya perbedaan arah dukungan politik dalam keluarga inti Desi Prakasiwi — yang dinilai bertentangan dengan prinsip kesetiaan tunggal pada garis perjuangan partai. Aturan internal PDIP sangat tegas: kader struktural maupun anggota dewan yang membawa nama partai tidak boleh terpecah dukungan politiknya, apalagi melibatkan keluarga inti. Pelanggaran terhadap prinsip ini dapat dikenai sanksi mulai dari teguran tertulis, pencopotan jabatan, hingga pemberhentian dari keanggotaan.
❓ KAPAN DIA DIGANTI? — KADER MENUNTUT KEJELASAN
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi dari DPC, DPD, maupun DPP PDI Perjuangan terkait pencopotan atau pergantian Desi Prakasiwi dari jabatan bendahara. Padahal, desakan kader semakin keras:
– PROMEG Banyuwangi telah mendatangi kantor DPC untuk meminta klarifikasi dan mendesak pemanggilan Desi Prakasiwi.
– Tokoh masyarakat dan pemerhati politik mempertanyakan apakah pelanggaran prinsip loyalitas tunggal cukup alasan untuk pencopotan antar waktu.
– Sesuai mekanisme partai, pergantian jabatan struktural DPC dapat dilakukan melalui rekomendasi DPD atau keputusan DPP jika terbukti melanggar AD/ART dan kode etik partai.
📌 POSISI DESI PRAKASIWI SAAT INI
– Bendahara Umum DPC PDIP Banyuwangi: dilantik 21 Desember 2025, masa bakti 2025–2030
– Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi: periode 2024–2029, Dapil 3 (Muncar–Tegaldlimo)
– Belum ada keputusan sanksi resmi hingga berita ini diturunkan
🗣️ TUNTUTAN KADER: TEGAS, TRANSPARAN, TANPA TEPUK TANGAN
Kader PDIP Banyuwangi bersuara lantang: Prinsip partai tidak bisa dikompromikan! Jika terbukti melanggar prinsip loyalitas tunggal, maka pencopotan adalah konsekuensi logis. Jika tidak, maka harus ada klarifikasi terbuka untuk meredam keresahan yang semakin meluas. Partai butuh kepastian, bukan ketidakpastian yang berlarut-larut.
“Loyalitas tunggal bukan slogan — itu harga mati bagi setiap kader PDI Perjuangan. Siapa yang tidak sanggup menjaganya, maka yang benar-benar setia pada perjuangan harus siap mengambil alih!” — Desakan kader PDIP Banyuwangi.
Saat ini seluruh mata tertuju ke DPD PDIP Jawa Timur dan DPP PDIP: Kapan keputusan diambil? Kapan Desi Prakasiwi diganti? Atau dibenarkan? Jawaban itu sedang ditunggu — bukan hanya oleh kader, tetapi juga oleh rakyat Banyuwangi yang menaruh harapan pada partai ini.








