Bulan Bung Karno: Dr. Ana Aniati Tegaskan Semangat Warisan Megawati — Mengabdi Tanpa Lelah, Menjaga Persatuan Indonesia di Tanah Banyuwangi

BANYUWANGI|mandhala.info – Menyambut peringatan Bulan Bung Karno, Dr. Ana Aniati, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan pernyataan politik yang berakar kuat pada pemikiran dan arahan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Ibu Megawati Soekarnoputri. Dengan semboyan “Mewarisi Semangat Proklamasi, Mengabdi untuk Rakyat dan Nusa Bangsa”, pesan ini menjadi kompas arah perjuangan partai di wilayah paling timur Jawa Timur.

Dalam pandangan politik Megawati Soekarnoputri, perjuangan bukan sekadar meraih kekuasaan, melainkan melindungi kedaulatan negara, menjaga keutuhan NKRI, serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Nilai‑nilai inilah yang disampaikan Dr. Ana Aniati sebagai amanah utama kepemimpinannya di Banyuwangi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Bung Karno mengajarkan kita mencintai rakyat, Ibu Megawati mengingatkan kita: kekuasaan adalah amanah, bukan hak milik pribadi. PDI Perjuangan berdiri tegak untuk rakyat, bukan sebaliknya,” ujar Dr. Ana Aniati dengan tegas.

Sebagai Ketua DPC, ia menekankan kembali prinsip inti pemikiran Megawati: Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri, mandiri, dan tidak mudah terombang‑ambing arus zaman. Di Banyuwangi, semangat ini diterjemahkan menjadi kerja nyata: membangun ekonomi kerakyatan, memperkuat ketahanan pangan, serta menjaga budaya dan kearifan lokal sebagai kekayaan bangsa.

“Ibu Megawati selalu berpesan: ‘Jangan pernah melupakan asal‑mu, karena di sanalah kekuatanmu berada.’ Banyuwangi yang kaya budaya, laut, dan gunung ini harus menjadi bukti nyata keberpihakan negara pada rakyatnya. Pembangunan tidak boleh hanya indah di atas kertas, tapi harus terasa di meja makan setiap keluarga,” tambahnya.

Dr. Ana Aniati juga mengingatkan pesan penting Megawati tentang persatuan sebagai harga mati. Berbeda pandangan boleh, namun memecah belah bangsa tidak boleh. Bulan Bung Karno menjadi momen untuk merajut kembali persaudaraan, menyingkirkan perpecahan, dan menanamkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Politik di PDI Perjuangan adalah politik persatuan, politik keberpihakan, politik pengabdian — sama seperti ajaran Bung Karno dan arahan Ibu Megawati. Kami tidak berjuang untuk nama besar, kami berjuang agar rakyat Banyuwangi hidup bermartabat, berdaulat, dan sejahtera,” tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Dr. Ana Aniati mengajak seluruh kader, simpatisan, dan masyarakat Banyuwangi menjadikan semangat Proklamasi dan pemikiran Megawati sebagai kekuatan menghadapi tantangan masa depan. Baginya, menjadi penerus Bung Karno berarti tetap berani, tetap jujur, dan selalu berjalan bersama rakyat sampai tujuan tercapai: Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *