Baharullazi: Siapa Takut Wartawan, Biasanya Takut pada Kebenaran

Natuna|mandhalam.info – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wartawan Online Indonesia (DPD IWOI) Kabupaten Natuna, Baharullazi, melontarkan kritik tajam terhadap oknum yang menghina profesi wartawan dan menuding pers sebagai penghambat pembangunan.

Menurut Baharullazi, pernyataan tersebut tidak bisa dianggap sebagai kritik biasa, melainkan sudah masuk kategori upaya delegitimasi pers yang berbahaya bagi iklim demokrasi.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Siapa pun yang takut pada wartawan, biasanya bukan takut pada media, tapi takut pada kebenaran yang akan terungkap,” tegas Baharullazi, Sabtu (15/2/2026).

Ia menilai, penyebutan wartawan sebagai “abal-abal” adalah bentuk pelecehan terbuka terhadap profesi yang dilindungi undang-undang.

Kalau ada wartawan yang salah, ada Dewan Pers, ada kode etik, ada jalur hukum. Bukan dengan menghina secara umum dan menyapu rata semua insan pers,” ujarnya.

Baharullazi menegaskan bahwa pers justru merupakan mitra kritis pembangunan, bukan musuh pemerintah atau penghambat kemajuan daerah.

Pembangunan tanpa kontrol pers itu berbahaya. Karena kekuasaan tanpa pengawasan akan cenderung menyimpang,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers secara tegas menjamin kemerdekaan pers dan melarang segala bentuk intimidasi terhadap wartawan.

Menghina wartawan sama saja dengan menghina hak rakyat untuk tahu. Ini bukan soal profesi, ini soal demokrasi,” tutupnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal keras bagi seluruh pemangku kepentingan di Natuna agar menghormati peran pers sebagai pilar keempat demokrasi, bukan menjadikannya sasaran serangan ketika kebijakan dipertanyakan.

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *