BATANG ASAM I Mandhala.Info – Aroma ketidakadilan dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-53 tingkat Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali tercium.
Bukan soal lombanya, tapi nasib siswa SMP Negeri 5 Tungkal Ulu yang ikut memeriahkan pawai drum band di Desa Tanjung Bojo, Kecamatan Batang Asam.
Alih-alih mendapatkan apresiasi, para pelajar ini justru dipaksa patungan alias iuran untuk biaya transportasi sebesar Rp15 ribu per orang. Lebih miris lagi, setelah tampil habis-habisan, mereka hanya diberi snack sebagai “imbalan.”
Kepala SMPN 5 Tungkal Ulu tak bisa menyembunyikan amarahnya. Ia menegaskan bahwa MTQ bukanlah kegiatan sekolah, namun siswa tetap diminta tampil, dan ironisnya biaya malah dibebankan kepada mereka.
“Ini bukan kegiatan sekolah, tapi siswa kami tampil. Biaya operasional ditanggung siswa sendiri dengan cara iuran. Siswa iuran Rp15.000 untuk bayar mobil, tapi yang tampil cuma dikasih snack. Ini sangat tidak adil!” tegas Kepsek dengan nada geram, Kamis (3/9/2025).
Kekecewaan ini jelas mencoreng wajah penyelenggaraan MTQ. Bagaimana mungkin kegiatan besar sekelas MTQ, yang menghabiskan anggaran Daerah, tidak mampu memberi penghargaan layak bagi anak-anak sekolah yang ikut menyukseskan acara?
Publik pun kini mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran dalam kegiatan MTQ tersebut. Jangan sampai semangat syiar agama hanya jadi kedok, sementara pelajar yang ikut berjuang justru diperlakukan tidak manusiawi.
Dessy
Kaperwil








