UDIN PELOR SOROTI TATA KELOLA AIR BERSIH BATAM: DUGAAN PASOKAN RATUSAN TON KE MAL DAN HOTEL JADI PERTANYAAN BESAR, “ADA APA?”

BATAM |mandhala.info– Tata kelola dan distribusi air bersih di Kota Batam kembali menjadi sorotan. Panglima Gagak Hitam, Udin Pelor, mempertanyakan transparansi serta mekanisme pendistribusian air bersih, khususnya terkait adanya informasi atau dugaan pasokan air dalam jumlah besar yang diperuntukkan bagi sejumlah mal dan hotel di Batam.

Udin Pelor menilai persoalan tersebut perlu mendapatkan penjelasan terbuka dari pihak-pihak terkait. Menurutnya, apabila benar terdapat pasokan air dalam jumlah sangat besar hingga disebut mencapai ratusan ton untuk kebutuhan komersial, maka masyarakat berhak mengetahui bagaimana mekanismenya, dari mana sumber air tersebut, siapa penerimanya, serta apakah seluruh prosesnya telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Kalau benar ada pasokan air sampai ratusan ton ke mal dan hotel, ini harus dijelaskan secara terang. Masyarakat jangan sampai bertanya-tanya. Dari mana airnya, bagaimana izinnya, berapa volumenya, siapa yang mengawasi dan bagaimana perhitungannya?” tegas Udin Pelor.

Sorotan tersebut menjadi semakin penting mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. BP Batam sebelumnya menyampaikan bahwa pasokan air Batam sangat bergantung pada sumber air baku dari waduk dan pada Agustus 2026 kondisi Waduk Nongsa mengalami penurunan akibat minimnya curah hujan. BP Batam juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak agar ketersediaan pasokan tetap terjaga.

Udin Pelor menegaskan, dirinya bukan bermaksud menghambat kegiatan usaha maupun kebutuhan sektor pariwisata dan perhotelan. Namun, menurutnya, harus ada keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dengan hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan air bersih yang adil dan berkelanjutan.

“Mal dan hotel tentu memiliki kebutuhan air. Itu kita pahami. Tetapi jangan sampai masyarakat kecil mengalami kesulitan mendapatkan air sementara muncul dugaan distribusi dalam jumlah besar kepada sektor komersial. Kalau memang semuanya sesuai aturan, buka datanya dan jelaskan kepada publik,” ujarnya.

Ia juga meminta pihak berwenang melakukan audit atau pemeriksaan terhadap data distribusi air, terutama mengenai volume pemakaian pelanggan berskala besar, sistem pencatatan meteran, sumber pasokan, serta mekanisme pengawasan distribusi.

“Yang kita minta bukan tuduhan. Kita minta transparansi. Kalau tidak ada masalah, tentu tidak perlu takut datanya diperiksa. Justru dengan keterbukaan, masyarakat akan percaya,” kata Udin.

Sebelumnya, BP Batam menyatakan terus melakukan penguatan sistem pelayanan air bersih, termasuk peningkatan kapasitas suplai, penguatan jaringan distribusi dan penerapan sistem SCADA untuk memantau jaringan secara digital dan real time.

Udin Pelor berharap persoalan tata kelola air bersih Batam tidak hanya menjadi perdebatan di tengah masyarakat, tetapi segera mendapat penjelasan resmi dan terukur dari pihak yang memiliki kewenangan.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton. Kalau ada yang perlu diluruskan, luruskan. Kalau ada data yang perlu dibuka, buka. Kalau ada pelanggaran, tindak sesuai aturan. Yang paling penting, air bersih harus dikelola secara transparan, adil dan berpihak pada kepentingan masyarakat Batam,” pungkasnya.

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *