Suwito, Ketua BKD & Ketua Fraksi Gerindra DPRD Banyuwangi: Kemerdekaan Adalah Amanah Kehormatan, Bukan Sekadar Seremonial Kosong

BANYUWANGI|mandhala.info — Tema besar peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia — “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” — bukan sekadar jargon panggung atau hiasan spanduk di jalan-jalan protokol. Bagi Suwito, S.H., yang memegang dua amanah strategis sekaligus: Ketua Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Banyuwangi dan Ketua Fraksi Partai Gerindra, kemerdekaan adalah ikrar luhur yang wajib diuji lewat integritas, dipertanggungjawabkan lewat kebijakan, dan dijaga marwahnya dari segala penyimpangan.

📜 Pernyataan Resmi — Suwito, Ketua Badan Kehormatan & Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Banyuwangi

Bacaan Lainnya

Advertisement

“Delapan puluh satu tahun Indonesia merdeka — sebuah perjalanan panjang yang ditebus dengan darah, keringat, dan pengorbanan tiada tara para pendahulu bangsa. Namun di tengah gegap gempita perayaan, izinkan saya melontarkan pertanyaan yang terus menggugat nurani kita semua: Apakah kemerdekaan itu sungguh terasa di setiap bilik rumah rakyat Banyuwangi? Atau ia perlahan merosot menjadi ritual tahunan yang makin kehilangan makna substansinya?”

“Selaku Ketua Badan Kehormatan DPRD, saya memandang kemerdekaan juga bermakna kemandirian dan kebersihan lembaga publik dari noda penyalahgunaan wewenang. Kemerdekaan sejati bagi seorang wakil rakyat berarti bebas dari belenggu kepentingan sempit, bekerja dengan integritas yang tak tergadaikan, dan senantiasa menjaga marwah lembaga legislatif sebagai rumah besar kedaulatan rakyat. Jika kehormatan lembaga ini ternoda oleh sikap yang melenceng dari etika dan sumpah jabatan — maka sesungguhnya kita sedang mengkhianati semangat suci para pahlawan yang merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.”

“Selaku Ketua Fraksi Partai Gerindra, saya menegaskan: Gerindra berdiri tegak di garis depan memperjuangkan kedaulatan yang nyata dan terasa: kedaulatan pangan di ladang petani, kedaulatan ekonomi di tangan pelaku usaha kecil, kedaulatan masa depan di tangan pemuda Banyuwangi yang berprestasi dan berdaya saing. Keadilan sosial bukan sekadar barisan pasal di konstitusi, melainkan wajah yang harus terlihat nyata: ketika rakyat kecil mendapat perlindungan hukum yang setara, ketika akses pendidikan dan kesehatan terbuka lebar tanpa dihambat birokrasi yang berbelit. Kemakmuran bukan sekadar angka statistik di laporan pemerintah daerah, melainkan senyum yang hadir di setiap keluarga yang mampu hidup layak, sejahtera, dan bermartabat.”

“Tema kita tahun ini — Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur — adalah peta jalan perjuangan yang tidak boleh kita tinggalkan di tengah jalan. Jangan sampai kita sibuk merayakan kemerdekaan setiap Agustus, namun lupa memerdekakan rakyat dari belenggu kemiskinan, keterbatasan akses dasar, dan ketidakberdayaan menentukan nasib sendiri. Kemerdekaan sejati menuntut kita terus bekerja, mengawasi, dan mengoreksi — dengan niat tulus demi kebaikan bersama.”

*”Dirgahayu Republik Indonesia ke-81! Mari kita rawat api Proklamasi dengan menjaga kehormatan jabatan, menyatukan langkah perjuangan, dan memastikan Banyuwangi yang kita cintai ini benar-benar menjadi bagian dari Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. *Merdeka!”

Di tengah semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Suwito, S.H. tampil membawa pesan yang tegas, elegan, dan berwawasan jauh ke depan. Sosok yang memegang dua posisi kunci sekaligus di parlemen daerah ini memandang momentum kemerdekaan bukan sekadar waktu untuk bersyukur, melainkan juga saat yang tepat untuk bercermin secara jujur: sudah sejauh mana cita-cita kemerdekaan dijalankan di bumi Blambangan?

Suwito menekankan bahwa kemerdekaan di tingkat daerah mesti diwujudkan dalam dua dimensi sekaligus — dimensi etika kelembagaan dan dimensi perjuangan kebijakan publik. Sebagai Ketua Badan Kehormatan, ia menempatkan integritas dan kehormatan lembaga sebagai prasyarat mutlak agar setiap kebijakan yang lahir dari gedung DPRD benar-benar mendapat kepercayaan rakyat. Sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra, ia mengarahkan seluruh daya upaya fraksinya untuk mendorong kebijakan yang berpihak pada penguatan kedaulatan rakyat di bidang ekonomi, sosial, dan pembangunan manusia.

“Kita tidak ingin kemerdekaan hanya bergema di upacara atau terpajang di spanduk. Ia harus hidup dalam kebijakan yang kita perjuangkan, dalam pengawasan yang kita jalankan, dan dalam sikap kita sebagai negarawan yang selalu menempatkan kepentingan rakyat di atas segalanya,” ujarnya.

Pernyataan Suwito mendapat apresiasi luas dari berbagai elemen masyarakat Banyuwangi. Banyak pihak menilai perpaduan ketegasan menjaga etika lembaga dan komitmen memperjuangkan keadilan sosial inilah yang menjadikan pesan kemerdekaan kali ini terasa lebih bermakna, membumi, dan relevan dengan tantangan zaman.

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *