MUARO JAMBI I Mandhala.Info – Ratusan warga Desa Sogo, Kabupaten Muaro Jambi, melakukan aksi pemblokiran akses jalan yang digunakan untuk pengangkutan buah kelapa sawit milik PT BBS. Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas konflik lahan yang diklaim telah berlangsung lebih dari belasan tahun tanpa penyelesaian yang jelas.
Perwakilan masyarakat menyebutkan, berbagai upaya komunikasi dan penyelesaian telah dilakukan, namun hingga kini belum membuahkan hasil. Warga juga menyoroti dugaan belum adanya kejelasan mengenai status Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki PT BBS atas lahan yang dikelola di wilayah Desa Sogo.
Menurut warga, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah karena menyangkut kepastian hukum dan hak-hak masyarakat. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Pusat, serta DPR RI untuk turun tangan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap legalitas penguasaan lahan oleh perusahaan.
Selain meminta audit terhadap dokumen hukum perusahaan, masyarakat juga berharap pemerintah dapat memfasilitasi penyelesaian konflik secara adil, transparan, dan mengedepankan prinsip hukum agar sengketa yang telah berlangsung bertahun-tahun tidak terus berlarut.
Hingga berita ini diterbitkan, situasi di lokasi dilaporkan tetap kondusif. Aksi pemblokiran berlangsung dengan pengawasan pihak terkait, sementara masyarakat menyatakan tetap membuka ruang dialog sepanjang proses penyelesaian dilakukan secara terbuka, berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, serta memperhatikan kepentingan seluruh pihak.
Berita ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan perwakilan masyarakat. Hingga berita diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak PT BBS terkait tuntutan dan dugaan yang disampaikan warga.
Ruang hak jawab terbuka bagi pihak perusahaan untuk memberikan klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
REDAKSI








