Menjaga Amanah, Menegakkan Integritas: Sosok Dr. Nursalim, M.Pd. di Balik Tugas Mulia sebagai Dewan Hakim MTQ XII Provinsi Kepulauan Riau

Oleh: Abdul Azis Nasution
Wakil Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia Provinsi Kepulauan Riau

Batam | Mandhala info— Di tengah kesibukannya mempersiapkan diri menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Nursalim, M.Pd. menyempatkan diri berbincang dengan penulis di kawasan Batam Centre pada Rabu, 1 Juli 2026, pukul 10.00 WIB. Pertemuan berlangsung dalam suasana santai, namun sarat dengan makna. Dari perbincangan tersebut tergambar sosok seorang akademisi yang sederhana, rendah hati, dan memandang amanah sebagai sesuatu yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Dr. Nursalim mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai salah seorang Dewan Hakim pada MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang akan berlangsung pada 4 hingga 9 Juli 2026 di Kota Piring, Tanjungpinang. Bagi beliau, kepercayaan tersebut bukan sekadar penugasan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun di hadapan Allah Swt.

Dr. Nursalim lahir pada 20 Oktober 1970 di Balangpasui, Desa Tolo, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Beliau merupakan putra dari pasangan Ustaz Sandi (almarhum), seorang pensiunan Guru Pendidikan Agama Islam, dan Siti Dinar (almarhumah). Sejak kecil, beliau dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, pendidikan, kejujuran, dan kerja keras.

Beliau berasal dari keluarga yang memiliki dedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan. Saudara kembarnya, Sulaeman, S.Sos., M.Pd., mengabdikan diri sebagai dosen di STIT Hidayatullah Batam. Dua adik kandungnya, Siti Nurung, S.Pd., S.Ag., M.Pd., bertugas sebagai guru di SMA Negeri 1 Jeneponto, sedangkan Sumarni, S.Pd., mengabdikan diri sebagai guru di Pondok Pesantren Embo, Kabupaten Jeneponto. Latar belakang keluarga inilah yang membentuk karakter Dr. Nursalim sebagai pribadi yang menjadikan pendidikan dan pengabdian sebagai bagian dari perjalanan hidupnya.

Saat ditanya mengenai tugasnya sebagai Dewan Hakim, Dr. Nursalim menegaskan bahwa seorang hakim MTQ harus mampu menjaga integritas dan independensinya. Menurutnya, seluruh peserta yang berasal dari Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Lingga, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Kepulauan Anambas memiliki hak yang sama untuk memperoleh penilaian yang objektif sesuai dengan kemampuan yang ditampilkan.

“Saya akan menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Penilaian harus berpedoman pada aturan yang berlaku. Tidak boleh ada kolusi, nepotisme, maupun kepentingan lain yang dapat memengaruhi objektivitas seorang Dewan Hakim,” ungkapnya.

Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya ditentukan oleh kualitas peserta, tetapi juga oleh profesionalisme para Dewan Hakim. Integritas, menurutnya, merupakan fondasi utama yang harus dijaga agar hasil musabaqah benar-benar dapat diterima oleh seluruh peserta dan masyarakat.

Dalam perbincangan tersebut, Dr. Nursalim turut mengajak seluruh Dewan Hakim untuk bekerja secara profesional, menjunjung tinggi etika, serta mengesampingkan ego pribadi maupun ego kedaerahan. Menurut beliau, semangat kebersamaan harus lebih diutamakan demi menjaga marwah MTQ sebagai ajang syiar Al-Qur’an.

Sebagai seorang akademisi, Dr. Nursalim juga memandang MTQ sebagai media pembinaan generasi Qurani. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga melahirkan generasi yang mencintai Al-Qur’an, memahami kandungannya, serta mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Dari pertemuan singkat tersebut, penulis melihat sosok Dr. Nursalim sebagai pribadi yang tenang, bersahaja, dan memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai keadilan. Beliau tidak banyak berbicara tentang pencapaian pribadi, melainkan lebih banyak menekankan pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan.

Harapan besar pun disampaikan agar MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau berjalan dengan lancar, sukses, dan menghasilkan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik yang mampu mengharumkan nama Provinsi Kepulauan Riau di tingkat nasional. Lebih dari itu, beliau berharap pelaksanaan MTQ menjadi momentum untuk memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah Islamiyah, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Bagi Dr. Nursalim, jabatan hanyalah titipan, sedangkan integritas adalah warisan yang akan dikenang. Oleh karena itu, amanah yang kini berada di pundaknya akan dijalankan dengan penuh keikhlasan, profesionalisme, dan rasa tanggung jawab demi menjaga kehormatan Musabaqah Tilawatil Qur’an sebagai syiar Islam yang mulia.

Redaksi

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *