Jakarta|mandhala.info– Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho S.H., M.Hum., mengajak seluruh komunitas ojek online (ojol) untuk bertransformasi menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Langkah kolaboratif ini diambil guna menekan tingginya angka kecelakaan jalan raya di Indonesia yang didominasi oleh kendaraan roda dua.
Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Kakorlantas Polri dalam agenda audiensi bersama perwakilan ojol se-Jabodetabek di Gedung NTMC Polri, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026). Dalam pertemuan itu, Irjen Pol. Agus Suryonugroho memaparkan data krusial terkait situasi darurat kecelakaan di tanah air.
“Kecelakaan lalu lintas masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, tercatat ada sekitar 158 ribu kejadian kecelakaan dengan korban meninggal dunia mencapai hampir 24.500 orang. Mirisnya, sebanyak 65 persen dari total korban tersebut berasal dari pengguna kendaraan roda dua,” ujar Kakorlantas.
Melihat fakta angka fatalitas yang tinggi, Kakorlantas menegaskan komitmennya untuk melindungi para pengemudi ojol yang setiap hari menggantungkan hidupnya di jalanan.
“Oleh sebab itu, kami tidak mau satu pun keluarga besar ojol menjadi korban kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Menjadi Agen Perubahan di Jalan Raya
Kakorlantas meminta para pengemudi ojol untuk memberikan contoh nyata bagi pengguna jalan lainnya. Hal ini dapat dimulai dari tindakan preventif sederhana namun berdampak besar, seperti:
* Mematuhi seluruh rambu dan aturan lalu lintas.
* Menggunakan perlengkapan keselamatan berkendara secara lengkap.
* Menghindari pelanggaran fatal, salah satunya aksi melawan arus.
Menurut Irjen Pol. Agus Suryonugroho, komunitas ojol memiliki posisi strategis untuk mengedukasi masyarakat secara tidak langsung karena mobilitas mereka yang sangat tinggi setiap harinya. Ojol dinilai mampu menjadi agen perubahan (agent of change) dalam membangun budaya tertib berlalu lintas yang baru di Indonesia.
Membangun Kesadaran, Bukan Memperbanyak Penindakan
Lebih lanjut, Kakorlantas menggarisbawahi bahwa fokus utama Polri saat ini bukanlah mencari-cari kesalahan pengguna jalan atau memperbanyak sanksi penindakan. Target utama Korlantas Polri adalah membangun kesadaran kolektif dari dalam diri masyarakat sendiri.
“Kami bangga kalau masyarakat tertib. Kami bangga kalau bisa bersilaturahmi dan berkomunikasi, sehingga tidak ada lagi pelanggaran maupun kecelakaan,” pungkasnya.
Melalui penguatan program Polantas Menyapa, Polri menaruh harapan besar agar komunitas ojol dapat memegang peran baru di tengah masyarakat: bukan sekadar penyedia jasa transportasi, melainkan sebagai duta ketertiban dan pelopor keselamatan berlalu lintas yang sejati.








