Natuna|mandhala.info– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Midai tidak menyurutkan semangat Komandan Pos TNI AL (Danposal) Midai, Kapten Agus, dalam menyambut kedatangan rombongan Pangkosgab bersama Danlanal Ranai di Pelabuhan Midai, Minggu (17/5/2026).
Sejak sebelum rombongan tiba, Kapten Agus tampak tetap berdiri tegap dan sigap di area pelabuhan meskipun diguyur hujan lebat. Sikap disiplin dan dedikasi tersebut menjadi perhatian masyarakat serta personel yang turut hadir dalam kegiatan penyambutan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Serasan, Bate’e, serta Danramil Midai. Kehadiran unsur TNI dan Polri dalam satu barisan menjadi gambaran kuatnya sinergitas aparat keamanan di wilayah kepulauan Natuna.
Kebersamaan para aparat di lapangan menunjukkan bahwa koordinasi antara TNI dan Polri tidak hanya terjalin di tingkat pusat, tetapi juga hingga ke wilayah kecamatan dan desa. Hal ini dinilai penting dalam menjaga stabilitas keamanan, pelayanan kepada masyarakat, serta pengawasan wilayah perbatasan.
Di sela kegiatan, Kapten Agus menyampaikan bahwa penyambutan tersebut merupakan bentuk penghormatan sekaligus wujud kesiapsiagaan aparat di wilayah terluar Natuna.
“Walaupun kondisi cuaca hujan deras, kami tetap menjalankan tugas dan penyambutan dengan penuh tanggung jawab. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada pimpinan yang datang berkunjung ke wilayah Midai,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kekompakan antara TNI dan Polri di wilayah kepulauan.
“Kami di wilayah perbatasan selalu berupaya menjaga sinergi dan komunikasi yang baik bersama seluruh unsur, baik TNI, Polri, maupun masyarakat. Karena keamanan wilayah tidak bisa dijaga sendiri, tetapi harus bersama-sama,” tambahnya.
Kedatangan rombongan Pangkosgab dan Danlanal Ranai ke Kecamatan Midai merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja serta pemantauan wilayah terluar di Kabupaten Natuna.
Meski cuaca kurang bersahabat, rangkaian penyambutan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Kehadiran aparat gabungan di wilayah perbatasan menjadi simbol kesiapsiagaan negara dalam menjaga kedaulatan laut serta keamanan masyarakat di daerah kepulauan.








