Driver Ojol di Batam Diduga Ditipu Bisnis Jaket Grab, Kerugian Capai Puluhan Juta Rupiah

Batam|mandhala.info-Sejumlah driver ojek online di Batam mengaku menjadi korban dugaan penipuan bisnis atribut jaket Grab yang dilakukan oleh seorang pria bernama Panji. Pelaku diduga menjanjikan kerja sama bisnis pembuatan jaket Grab dengan keuntungan yang akan didapatkan dalam waktu tiga bulan.

Akibat iming-iming tersebut, beberapa driver mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah. Hingga saat ini baru empat korban yang terdata, namun diduga masih ada korban lainnya.

Bacaan Lainnya

Advertisement

Salah satu korban, Insani, yang juga merupakan anggota komunitas Brother Road Community (BRC) Batam, mengatakan bahwa pelaku mengaku bekerja di kantor Grab di Batam sehingga membuat para driver percaya untuk berinvestasi dalam bisnis tersebut.

“Pelaku menjanjikan bahwa dalam tiga bulan bisnis jaket Grab ini akan menghasilkan keuntungan. Namun sampai sekarang tidak ada kabar maupun hasil dari bisnis tersebut,” ujar Insani.

Para korban sempat mencoba mencari pelaku dengan mendatangi tempat tinggal dan lokasi kerjanya, namun tidak mendapatkan hasil. Pelaku hanya terus berjanji akan mengembalikan uang para korban.

Akhirnya, Panji berhasil ditemukan di sebuah apartemen di kawasan Baloi oleh beberapa rekan driver. Menurut Insani, pelaku juga diduga memiliki masalah lain dengan sejumlah driver terkait aktivasi akun ojek online.

Pada hari Senin, dilakukan mediasi di kantor Grab Batam yang dihadiri oleh pelaku serta beberapa karyawan Grab. Dalam pertemuan tersebut, pelaku mengakui adanya pemberian sejumlah uang dan hiburan kepada oknum karyawan Grab, sementara terkait bisnis atribut Grab ia berjanji akan mengembalikan kerugian para korban pada 10 Maret di kantor Grab.

Namun, Joe yang juga hadir dalam mediasi tersebut mengatakan bahwa perjanjian pengembalian dana hanya dibuat untuk sebagian pihak, sementara beberapa driver korban lainnya belum mendapatkan kepastian.

“Ketika para korban mencoba mengejar pelaku, yang bersangkutan malah dibawa pergi oleh oknum yang tidak dikenal. Sampai sekarang pelaku masih dicari untuk dimintai kejelasan,” ujar Joe.

Para driver yang menjadi korban menyatakan bahwa apabila pelaku tidak memenuhi janjinya, mereka akan melanjutkan laporan yang telah dibuat ke pihak kepolisian agar kasus tersebut diproses secara hukum.

 

MF

Advertisement

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *