BANYUWANGI|mandhala.info — Minggu pagi, 20 September 2026, bukan sekadar pagi biasa bagi Bumi Blambangan. Hari ini, Pendopo Sabha Swagata Blambangan menjadi saksi sejarah: Soekarno Run 2026 meledak dengan keagungan yang tak terbayangkan! Ribuan rakyat dari Sabang sampai Merauke berdatangan, menyatukan napas, menyatukan langkah, menyatukan hati — semua demi nama yang tak pernah padam: Ir. Soekarno, Sang Proklamator, Bapak Bangsa!
Dengan peserta mencapai 3.400 orang yang memadati jalan-jalan bersejarah Banyuwangi, acara ini bukan sekadar lomba lari. Ini adalah pawai kebangsaan, ini adalah pernyataan bahwa semangat Soekarno masih hidup, masih berdenyut, dan masih memimpin perjuangan rakyat! Dari Aceh hingga Papua, pelari datang membawa harapan yang sama: agar api persatuan, keadilan, dan kemerdekaan yang dinyalakan Bung Karno terus menyala di dada setiap anak bangsa.
Di tengah kemegahan acara ini, Ketua DPJ Kabupaten Banyuwangi, Dr. Ana Aniati, berdiri tegak dengan mata berkaca-kaca, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sedalam-dalamnya — bukan sekadar ucapan, melainkan janji dan tekad yang diucapkan dari lubuk hati paling dalam:
“Hadirin sekalian, anak-anakku, saudara-saudaraku seperjuangan! Hari ini saya berdiri di sini bukan hanya sebagai pimpinan, melainkan sebagai bagian dari rakyat yang bangga dan haru luar biasa! Lihatlah pemandangan ini — jalanan penuh, hati penuh, semangat membara! Inilah wajah sejati Soekarnois: bersatu, teguh, tak terpisahkan!
Terima kasih, terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh peserta, warga Banyuwangi, dan semua pihak yang telah menjadikan mimpi ini kenyataan! Kalianlah yang membuktikan: Bung Karno tidak pergi! Ia berjalan bersama kita, ia berlari bersama kita, ia hidup di setiap langkah yang kita ambil demi kebaikan sesama!
Soekarnoran bukan sekadar mengingat nama — ia adalah jiwa! Ia adalah perjuangan tanpa lelah untuk rakyat kecil, untuk keadilan, untuk kemerdekaan yang sesungguhnya! Dan di Banyuwangi, kami berjanji: semangat itu tidak akan pernah kami padamkan! Kami akan menjaganya, kami akan meneruskannya, sebagaimana Bung Karno ajarkan — Berjuanglah terus sampai titik darah penghabisan!”
Dr. Ana Aniati menegaskan pula, kehadiran ribuan peserta dari berbagai penjuru negeri membuktikan bahwa Banyuwangi kini bukan sekadar daerah wisata semata — melainkan benteng kesadaran kebangsaan, tempat di mana ajaran luhur Sang Proklamator dijaga, dihidupkan, dan diwariskan ke generasi mendatang.
Soekarno Run 2026 mempertandingkan berbagai kategori — Half Marathon 21K, 10K, 5K, 3K, hingga 1K pelajar — dengan total hadiah mencapai Rp1 miliar. Namun yang jauh lebih berharga dari piala dan uang adalah persatuan yang terjalin, kebanggaan yang terpancar, dan keyakinan yang diperkuat: bahwa selama masih ada anak bangsa yang berani melangkah bersama, cita-cita luhur Bapak Bangsa tidak akan pernah musnah.
Di penghujung pernyataannya, Dr. Ana Aniati kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memegang teguh semangat ini:
“Mari kita lanjutkan perjuangan ini! Bukan hanya hari ini saat berlari, tetapi setiap hari dalam kehidupan kita — jujur, berani, dan selalu berpihak pada rakyat! Itulah warisan Bung Karno, itulah jalan kita!”








