BANYUWANGI|mandhala.info – Kabar mengenai dugaan adanya upaya kriminalisasi terhadap advokat muda Banyuwangi, Nanang Slamet, S.H., M.Kn., mulai menjadi perbincangan di kalangan aktivis dan masyarakat sipil.
Isu tersebut mencuat setelah beredar informasi bahwa diduga terdapat oknum pejabat utama aparat penegak hukum (APH) yang disebut-sebut meminta pihak tertentu untuk menjaga jarak dan tidak berkumpul dengan Nanang Slamet.
Meski kabar tersebut semakin ramai diperbincangkan, hingga saat ini belum terdapat keterangan resmi maupun bukti yang dapat memastikan kebenarannya. Karena itu, informasi tersebut masih harus ditempatkan sebagai isu yang memerlukan klarifikasi dan tidak dapat serta-merta dianggap sebagai fakta.
Saat ditemui di Wisma Perjuangan, Kamis (13/8/2026), Nanang membenarkan bahwa dirinya telah mendengar informasi tersebut dari sejumlah rekannya di kalangan aktivis.
“Kemarin saya mendapat kabar dari rekan-rekan aktivis. Informasinya ada oknum pejabat utama dari APH yang intinya mempengaruhi agar tidak berkumpul dengan saya. Bahkan kalau imbauan itu tidak dihiraukan, disebut-sebut kasusnya akan diungkap,” ujar Nanang.
Namun Nanang menegaskan bahwa dirinya tidak mendengar secara langsung pernyataan tersebut dari pihak yang disebut-sebut dalam kabar yang beredar.
Karena itu, ia memilih untuk tidak menuduh ataupun mengambil kesimpulan sebelum terdapat fakta dan bukti yang jelas.
Di tengah berkembangnya isu tersebut, Nanang justru menunjukkan sikap tenang. Ia mengaku tetap menaruh kepercayaan terhadap Kapolresta Banyuwangi dan jajaran kepolisian untuk bekerja secara profesional.
Menurut Nanang, dirinya tidak percaya apabila kritik yang selama ini disampaikannya terhadap berbagai persoalan penegakan hukum kemudian dijadikan alasan untuk melakukan tindakan kriminalisasi.
“Insyaallah tidak akan ada kriminalisasi. Saya menganggap itu masih sebatas isu liar. Saya juga tidak mau berprasangka buruk kepada siapa pun,” katanya.
Nanang bahkan secara terbuka menyampaikan pandangan positifnya terhadap Kapolresta Banyuwangi.
“Kapolresta Banyuwangi yang saya lihat sering memberikan nasihat-nasihat yang baik. Karena itu saya yakin beliau tidak akan melakukan atau membiarkan adanya upaya kriminalisasi terhadap seseorang hanya karena menyampaikan kritik. Saya percaya beliau orang baik,” tegas Nanang.








