TANJAB BARAT I Mandhala.Info – Kondisi jalan di Desa Sriagung, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, kembali menjadi keluhan serius masyarakat. Jalan yang menjadi akses utama keluar-masuk desa tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai sudah tidak layak dilalui, terutama saat musim hujan maupun musim kemarau.
Warga menilai kerusakan jalan yang berlangsung cukup lama itu tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi penghambat berkembangnya potensi wisata dan perekonomian masyarakat setempat.
Padahal, Desa Sriagung memiliki sejumlah potensi wisata yang mulai dikenal masyarakat luas. Keindahan hamparan persawahan, aliran irigasi yang membelah kawasan pertanian, serta suasana pedesaan yang masih asri menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Selain itu, wisata kuliner khas desa juga mulai menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah.
Namun, potensi tersebut dinilai sulit berkembang maksimal akibat buruknya akses jalan menuju lokasi.
Saat musim hujan, ruas jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berbahaya. Pengendara roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati saat melintas karena kondisi jalan dipenuhi genangan air dan lumpur tebal.
“Kalau musim hujan jalan di sini sangat becek dan licin. Banyak kendaraan susah lewat, terutama motor. Kadang pengendara sampai hampir jatuh karena kondisi jalan berlumpur,” ungkap salah seorang warga.
Sementara saat musim kemarau, persoalan lain muncul. Debu tebal bercampur kerikil beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Debu tersebut bahkan masuk ke rumah-rumah warga yang berada di sepanjang jalan desa.
“Kalau musim panas debunya luar biasa. Debu bercampur batu kecil beterbangan setiap ada kendaraan lewat. Sangat mengganggu masyarakat dan pengunjung yang datang ke desa,” keluh warga lainnya.
Kondisi tersebut dinilai sangat ironis mengingat Desa Sriagung memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata pedesaan dan kuliner di wilayah Kecamatan Batang Asam. Akses jalan yang buruk dikhawatirkan justru mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung.
Belum lama ini, Desa Sriagung bahkan sempat menjadi lokasi liputan wisata kuliner oleh tim TVRI. Kehadiran media nasional tersebut menjadi bukti bahwa desa ini memiliki potensi yang layak untuk dipromosikan lebih luas.
Namun di balik potensi tersebut, masyarakat masih harus menghadapi persoalan mendasar berupa infrastruktur jalan yang rusak dan belum mendapatkan penanganan maksimal.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat segera turun tangan dan memberikan solusi nyata. Mereka juga meminta Bupati Tanjung Jabung Barat untuk melihat langsung kondisi jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
Menurut warga, perbaikan jalan bukan sekadar soal kenyamanan berkendara, melainkan kebutuhan mendesak yang berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, pertanian, hingga perkembangan sektor wisata desa.
“Harapan kami semoga jalan ini cepat diaspal agar masyarakat bisa kembali tersenyum. Kami ingin akses jalan yang layak supaya aktivitas warga lancar dan pengunjung nyaman datang ke desa kami,” ujar salah seorang warga penuh harap.
Masyarakat Desa Sriagung berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Perbaikan jalan dinilai menjadi langkah penting untuk mendorong kemajuan desa, meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pengembangan wisata alam dan kuliner yang selama ini menjadi kebanggaan warga setempat.
REDAKSI








