Banyuwangi|mandhala.info, 8 Mei 2026 – Nama Suwito, Anggota DPRD Kabupaten Banyuwangi Fraksi Partai Gerindra yang kini menjabat Ketua Badan Kehormatan (BK) periode 2024–2029, kian menonjol sebagai sosok wakil rakyat yang berakar kuat dari tanah rakyat. Lahir dan besar di Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh, beliau adalah putra sederhana dari pasangan buruh tani: ayahnya bekerja sebagai pembajak sawah, dan ibunya adalah pengambil sisa panen padi (gagas). Latar belakang hidup yang sederhana dan penuh perjuangan inilah yang menanamkan tekad bulat di hati Suwito untuk selalu membela kepentingan rakyat kecil, khususnya kaum tani—sejalan penuh dengan program unggulan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, yang menjadikan pertanian dan ketahanan pangan sebagai pilar utama kedaulatan bangsa.
Meski dikenal sangat dekat dengan dunia pertanian dan petani, hingga tahun 2024–2026 ini belum ada dokumentasi foto publik yang secara khusus menampilkan beliau mengenakan caping atau topi petani dalam kegiatan resmi. Namun, hal itu tidak mengurangi sedikitpun kesungguhan dan keaslian perjuangannya. Bagi Suwito, bukti pengabdian tidak terlihat dari atribut yang dikenakan, melainkan dari kerja nyata, pemikiran, dan langkah konkret yang dijalani.
Sebagai Ketua Badan Kehormatan, Suwito dikenal sangat tegas dan vokal dalam menegakkan disiplin, marwah, dan etika anggota dewan. Ia memegang prinsip kuat: wakil rakyat harus bersih, berwibawa, dan hadir nyata di tengah masyarakat. Di luar tugas pokoknya menjaga integritas lembaga, Suwito sangat aktif berinteraksi langsung dengan warga, menyerap aspirasi, dan mengawal penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran. Beliau juga giat melakukan pengawasan ketat di sektor kehutanan bersama Perhutani, serta menjadi penggerak utama pelaksanaan program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) demi memastikan anak-anak Banyuwangi tumbuh sehat, cerdas, dan kuat.
Dalam memperjuangkan kemajuan pertanian, Suwito tidak hanya berbicara di ruang sidang. Beliau meyakini perubahan harus dimulai dari diri sendiri: “Ingin memajukan pertanian, harus bertani first-hand”. Ia mulai mengelola dan bertani di lahan sendiri, lalu menciptakan berbagai inovasi, metode, dan cara bertani yang lebih efektif, efisien, dan menguntungkan. Seluruh ilmu, pengalaman, dan inovasi tersebut kemudian disebarluaskan dan ditularkan kepada para petani di wilayah dapilnya, agar kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan daerah semakin kokoh.
Suwito menegaskan dengan lantang bahwa segala tindakan, kebijakan, dan langkah yang ia ambil selama ini murni, tulus, dan tanpa kepentingan pribadi, semata-mata demi kemanfaatan masyarakat luas. Pengalamannya duduk di lembaga legislatif telah membuka mata, hati, dan pikirannya secara utuh, menyadarkan bahwa kemajuan hanya bisa dicapai jika berjalan beriringan, bergerak serentak bersama rakyat, dan mengangkat derajat petani menjadi sosok yang mandiri, berdaya, dan hebat.
Pernyataan Tegas & Berwibawa Suwito, Ketua Badan Kehormatan DPRD Banyuwangi – Fraksi Gerindra
“Saya adalah anak buruh pembajak sawah dan ibu yang bekerja mengumpulkan gagas sisa panen di Gumirih. Darah petani mengalir di tubuh saya, keringat dan perjuangan orang tua saya adalah sekolah pertama yang mengajarkan saya arti kerja keras, kesederhanaan, dan pengabdian. Itulah sebabnya, saat Bapak Prabowo Subianto menempatkan pertanian dan ketahanan pangan sebagai prioritas utama negara, hati saya bergetar—ini adalah panggilan jiwa dan amanah paling luhur yang harus saya emban sepenuhnya.
Sebagai Ketua Badan Kehormatan, saya menjaga marwah dewan agar kami semua bekerja bersih, disiplin, dan beretika. Tapi di luar itu, perjuangan saya ada di ladang, di sawah, di tengah para petani. Tidak perlu caping atau atribut khusus untuk membuktikan saya milik rakyat; bukti nyata ada pada lahan yang saya garap sendiri, inovasi yang saya ciptakan, dan ilmu yang saya bagikan cuma-cuma kepada warga. Segala yang saya lakukan MURNI untuk rakyat, tidak ada kepentingan lain selain kesejahteraan warga Banyuwangi. Saya juga terus bergerak mengawal bantuan sosial, mengawasi hutan bersama Perhutani, dan memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sempurna demi masa depan anak-anak kita.
Pengalaman di dewan ini membuka mata hati saya: kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita harus bergerak bersama-sama dengan masyarakat, dari hulu ke hilir, membangun semangat, membangun kemampuan, hingga kita melahirkan ribuan petani hebat yang tidak hanya menanam padi, tapi menanam kemakmuran dan kedaulatan daerah. Inilah wajah sejati Gerindra: lahir dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan menjadikan rakyat pemenang sejati!”
Langkah strategis Suwito ini menjadi teladan nyata bagi wakil rakyat lainnya: seorang pemimpin yang tegas menjaga integritas lembaga, namun tetap rendah hati, berakar dari akar rumput, dan menjadikan perjuangan pertanian serta kesejahteraan rakyat sebagai napas utama pengabdiannya. Di tangan sosok seperti Suwito, visi besar ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto tumbuh subur dan berbuah manis di tanah Banyuwangi.








