Udin Pelor Tokoh Melayu Batam Bongkar Krisis Air Bersih Tanjung Riau, Warga Hanya Nikmati Air Tengah Malam

Batam | Mandhala.info_arga Kelurahan Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, kembali mempertanyakan kinerja pengelolaan air bersih di wilayah mereka.

Pasalnya, di sejumlah perumahan, air hanya mengalir pada tengah malam hingga subuh hari, itupun dengan debit yang sangat kecil dan tidak mencukupi kebutuhan dasar rumah tangga.(30/1/26)

Bacaan Lainnya

Advertisement

Advertisement

Kondisi ini telah berlangsung cukup lama dan menimbulkan dugaan adanya persoalan serius dalam sistem distribusi air bersih.

Warga menilai tidak adanya kejelasan informasi terkait jadwal distribusi, kapasitas suplai, hingga upaya perbaikan menjadi bukti lemahnya transparansi pengelola air di kawasan tersebut.

Persoalan ini mencuat dalam diskusi terbuka yang diinisiasi Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Tanjung Riau, Arba Udin atau Udin Pelor, yang menghadirkan Direktur Umum BP Batam Astuti, Kapolsek Sekupang beserta jajaran, Danramil dan jajaran, Direktur Utama AHM, Lurah Tanjung Riau, Camat Sekupang, perwakilan RT dan RW, serta warga terdampak.

Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan bahwa hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab utama terganggunya aliran air.

Tidak sedikit warga yang mempertanyakan apakah masalah ini disebabkan oleh keterbatasan kapasitas produksi, kebocoran jaringan, atau lemahnya pengawasan terhadap distribusi air ke kawasan permukiman.

Ketua LPM Tanjung Riau, Arba Udin, menyebut bahwa krisis air bersih ini berpotensi mencerminkan kegagalan tata kelola layanan publik.

Ia menegaskan perlunya audit menyeluruh terhadap sistem distribusi air di wilayah Sekupang, khususnya di Kelurahan Tanjung Riau.

“Kalau air hanya hidup dini hari dengan debit kecil, itu artinya ada yang tidak beres. Masyarakat berhak tahu apa akar masalahnya dan bagaimana solusi jangka panjangnya,” ujarnya.

Kehadiran BP Batam dalam diskusi tersebut dinilai penting, mengingat lembaga tersebut memiliki kewenangan strategis dalam pengelolaan infrastruktur di Kota Batam.

Namun warga menegaskan bahwa kehadiran saja tidak cukup tanpa komitmen terbuka dan tenggat waktu penyelesaian yang jelas.

Sementara itu, aparat keamanan mengingatkan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif. Kapolresta Barelang melalui jajaran kepolisian menyampaikan pesan agar masyarakat tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

Namun sejumlah tokoh masyarakat Melayu Kota Batam dan Kepulauan Riau mengingatkan bahwa ketertiban sosial sangat bergantung pada keadilan layanan publik, termasuk akses air bersih.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci penyebab gangguan distribusi air bersih di Tanjung Riau maupun target waktu normalisasi layanan.

Warga berharap persoalan ini tidak kembali berakhir pada wacana tanpa tindak lanjut.

Reporter: Rini

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *